• Sen. Mar 2nd, 2026

‎Jalan Nonon Sontani Retak dalam Waktu Singkat, Aspek Perencanaan hingga Pengawasan Perlu Dievaluasi

ByAdmin

Feb 26, 2026

Jalan Nonon Sontani Retak dalam Waktu Singkat, Aspek Perencanaan hingga Pengawasan Perlu Dievaluasi

KOTA BEKASI, – Aptvonline.com

Proyek peningkatan Jalan Nonon Sontani menarik perhatian publik setelah permukaan jalan ditemukan mengalami keretakan, padahal waktu sejak penyelesaian proyek belum mencapai satu bulan. (Kamis 26/2/2026 )

Dari pantauan di lapangan, teridentifikasi sejumlah titik dengan kondisi keretakan yang bervariasi, mulai dari retak rambut hingga retakan memanjang. Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat dan kalangan media terkait kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan proyek konstruksi tersebut.

Salah satu warga setempat yang ditemui tim mengatakan rasa kekhawatirannya. “Padahal blom lama jalan ini dicor, tapi sudah rusak begini, entah komponennya yang tidak bagus atau pekerjanya yang asal-asalan,” ujar warga yang hanya ingin dikenal dengan inisial “N”.

Secara teknis, pembangunan jalan beton melibatkan beberapa komponen penting, antara lain lean concrete (LC) sebagai lantai kerja, pemasangan tie bar untuk menghubungkan pelat beton secara lateral, serta dowel untuk memperkuat sambungan antar pelat dan memfasilitasi perpindahan beban. Spesifikasi dan penerapan komponen tersebut seharusnya sesuai dengan dokumen perencanaan serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Meskipun demikian, terdapat persepsi di masyarakat bahwa penerapan standar konstruksi belum sepenuhnya dipahami secara luas. Hal ini mendorong perlunya klarifikasi resmi dari pihak terkait agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi asumsi keliru.

Jika keretakan terjadi dalam jangka waktu relatif singkat, evaluasi menyeluruh menjadi langkah krusial. Evaluasi perlu mencakup berbagai aspek mulai dari perencanaan teknis, mutu material yang digunakan, metode pelaksanaan konstruksi, hingga sistem pengawasan yang diterapkan selama proses pembangunan. Tujuan utama evaluasi bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan memastikan infrastruktur yang dibangun sesuai standar dan dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Masyarakat mengajak instansi teknis pemerintah Kota Bekasi untuk memberikan penjelasan terbuka terkait spesifikasi pekerjaan serta mekanisme pengendalian mutu yang telah diterapkan. Transparansi dalam hal ini menjadi bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran publik sekaligus upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan infrastruktur daerah.

(Gin)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *