Kota Payakumbuh,APTVONLINE.COM
Dunia Pendidikan kembali di guncankan oleh oknum yang korup dengan menggerogoti Korupsi APBN di Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek pengadaan laptop chromebook.
Kejaksaan Agung Republik Indonesia tidak main-main dalam memberantas korupsi, hal ini terbukti di ungkapkan oleh ST. Burhanudin Selakau Kepala Kejaksaan Agung Republik Indonesia, dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan laptop chromebook di Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek Ri yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.1,98 Triliun APBN tahun 2021/2022.
Sekarang tantangan ada pada Kejaksaan Negeri Payakumbuh untuk mengusut dugaan penyalagunaan dana BOSP di SMKN.1 Guguk yang di jabat oleh Kepsek SMKN.1 Guguk Antoni lebih kurang satu periode.
Dari hasil audit investigasi kami Gerakan Aliansi Rakyat Anti Korupsi (GARRI) Ilham Salmi,SH mengatakan kepada wartawan (10/11/25) bahwa ada temuan yang kami peroleh di SMKN.1 Guguk pada tahun anggaran 2023 / 2024 sarat dengan fiktif penggunaan belanja BOSPnya, yang terindikasi manipulatif, dengan jumlah siswa 1.220 orang tahap ke I laporan ARKAS SPjnya tegasnya sebagai berikut 2024 ;
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 3.618.500
pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca
Rp 0
pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain
Rp 82.544.895
pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain
Rp 6.793.200
pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan
Rp 87.763.351
pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan
Rp 6.318.000
langganan daya dan jasa
Rp 62.870.975
pemeliharaan sarana dan prasarana
Rp 7.404.000
penyediaan alat multimedia pembelajaran
Rp 45.350.000
pembayaran honor
Rp 334.473.755
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0
pembayaran honor
Rp 102.750.000
Total Dana
Rp 739.886.676
Temuan investigasi laporan ARKAS BOSP SPjnya tahun 2024 di SMKN.1 Guguk terdapat laporan ARKAS BOSP SPjnya di duga manipulatif tahap ke II jumlah siswa 1.220 orang sebagai berikut;
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 57.270.500
pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca
Rp 60.668.000
pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain
Rp 166.690.100
pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain
Rp 15.394.000
pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan
Rp 508.027.980
pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan
Rp 49.020.000
langganan daya dan jasa
Rp 67.421.244
pemeliharaan sarana dan prasarana
Rp 166.081.400
penyediaan alat multimedia pembelajaran
Rp 88.635.000
pembayaran honor
Rp 64.796.600
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 2.224.500
pembayaran honor
Rp 237.700.000
Total Dana
Rp 1.483.929.324
Sambang Ilham Salmi, SH, membeberkan kepada wartawan, data yang kami miliki saat ini berupa dokunen ARKAS, photo belanja dana BOSP di SMKN.1 Guguk tahun 2024 ujarnya.
Lanjutnya lagi (Ilham Salmi, SH-red) bahwa dengan bukti permulaan ini berupa berkas dokumen belanja BOSP tahun 2023/2024 di SMKN.1 Guguk, sarat dengan kecurangan dan manipulatif SPjnya.
Kami LP2CK meminta Kajari Payakumbuh agar segera memeriksa oknum Kepsek SMKN.1 Guguk beserta bendaharanya yang saat ini menjabat, agar di audit laporan SPjnya, yang sarat dugaan penyalagunaan dana BOS yang tumpang tindih SPjnya. Dari Kemendikbud dan Ristek serta perdagangan seragam sekolah setiap tahun saat PPDB.
Kita juga minta penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh. Usut dugaan pungli uang yang berkedok komite di sekolah SMKN .1 Guguk, dan sewa kantin yang di tarik oleh sekolah setiap tahun.
Lalu adanya informasi, dugaan penerimaan diskon dari belanja SIPLah, atau fee (gratifikasi) dari vendor penyedia barang dan jasa, baik belanja administrasi sekolah, sarana dan prasarana sekolah dan yang sarat dengan manipulatif ungkap Ilham Salmi kepada wartawan dengan tegas.
Tim/Red
