• Sel. Mar 3rd, 2026

SKANDAL “SPBU SILUMAN” DI KECAMATAN EMBALOH HULU: Mafia BBM Berpesta, Rakyat Menjerit Karena Susah Mendapatkan Minyak. 

Byadmin

Mar 3, 2026

Kapuas hulu, Kalimantan Barat.APTVONLINE,COM

Praktik dugaan mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kian beringas. Sebuah stasiun pengisian yang dijuluki warga sebagai “SPBU Siluman” diduga kuat menjadi sarang penyelewengan distribusi yang merampas hak rakyat kecil demi keuntungan oknum penimbun.

Pelaku utama diduga adalah Manajemen SPBU Embaloh Hulu ( oknum bernama Tomba) yang bekerja sama dengan pengantri siluman/pengepul. Korbannya adalah warga sipil, pengendara umum, dan masyarakat menengah ke bawah di Embaloh Hulu.

Modus mengutamakan pengisian puluhan drum (ratusan liter per sekali isi) melalui nozzle umum dan menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sementara kendaraan warga hanya menjadi penonton.

SPBU UNGA, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Lokasi ini disorot karena tidak mencantumkan nomor registrasi resmi SPBU di area operasional (Identitas Gelap).

Puncaknya terpantau pada 1 Maret 2026, namun warga menyatakan praktik ini telah berlangsung lama dan konsisten setiap kali pasokan BBM masuk.

Diduga adanya pembiaran sistematis dan lemahnya pengawasan. Keuntungan ilegal dari selisih harga subsidi ke harga pasar gelap disinyalir menjadi motif utama manajemen SPBU menutup mata terhadap aturan Pertamina.

Distribusi sekitar 16.000 liter yang masuk ke SPBU habis dalam sekejap oleh puluhan drum milik mafia. Warga yang mengantre dipaksa menunggu hingga sisa, atau bahkan tidak kebagian sama sekali. Kondisi ini sempat memicu kericuhan fisik dan ancaman pembakaran fasilitas oleh warga yang frustrasi.

Kritik Tajam terhadap Akuntabilitas

Laporan di lapangan menunjukkan adanya pola “kucing-kucingan”. Meskipun pengamanan kepolisian kadang hadir, oknum SPBU tetap melakukan transaksi gelap pada malam hari. Sikap Tomba (Manajemen SPBU) yang memblokir kontak awak media saat dikonfirmasi semakin memperkuat indikasi adanya “permainan kotor” yang disembunyikan.

“Jangan biarkan rakyat kecil berkelahi di lapangan hanya untuk 3 liter bensin, sementara mafia mengangkut belasan drum di depan mata aparat. Ini bukan sekadar kelangkaan, ini adalah perampokan hak subsidi secara terang-terangan!” tegas seorang warga setempat yang geram.

Tuntutan Mendesak

BPH Migas & Pertamina: Segera cabut izin operasional atau berikan sanksi berat (skorsing distribusi) terhadap SPBU UNGA Embaloh Hulu.

Segera turunkan polda Kalbar  tim investigasi untuk memeriksa aliran distribusi dan menangkap aktor intelektual di balik penimbunan drum.

Pemkab Kapuas Hulu: Harus hadir melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan menjamin HET dipatuhi demi menjaga stabilitas ekonomi warga perbatasan.

Tim/red

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *