• Ming. Apr 5th, 2026

Bekas Galian PLN di Depan Masjid Al-Azhar Merusak Trotoar dan Berantakan, Meminta Walikota Bekasi dan PLN Menindak Tegas Vendor yang Lalai

ByAdmin

Mar 14, 2026

KOTA BEKASI – Aptvonline.com

Bekas galian proyek Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jalan Kalimalang, tepat di depan Masjid Al-Azhar Jakasampurna, Kota Bekasi masih berantakan dan menuai keluhan warga.

Pekerjaan yang disebut-sebut dilaksanakan pada awal Maret 2026 itu diduga belum dirapikan secara maksimal sehingga meninggalkan lubang bekas galian dan merusak trotoar.

Pantauan di lokasi, Sabtu 14 Maret 2026 pagi menunjukkan sejumlah titik bekas galian belum ditutup dan diratakan kembali. Kondisi tersebut membuat permukaan trotoar tampak berlubang dan kotor, serta dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menilai pengerjaan oleh vendor terkesan tidak profesional. Ia menyebut, berbeda dengan proyek-proyek sebelumnya, kali ini bekas galian dibiarkan tanpa perapihan menyeluruh setelah pekerjaan kabel selesai.

“Kalau pekerjaannya profesional, setelah selesai langsung dirapikan. Ini masih ada lubang dan bekas galian yang belum dibereskan,” ujar warga sekitar.

Ia mengaku khawatir jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut akan berdampak pada kerusakan jalan, memicu kemacetan, hingga mengganggu aliran air saat hujan turun.

Warga menegaskan tidak menolak program pemerintah terkait pemasangan kabel bawah tanah, termasuk proyek SKTM PLN yang bertujuan meningkatkan keandalan pasokan listrik. Namun, mereka meminta agar pelaksanaan di lapangan dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab.

“Bukan tidak mendukung program pemerintah, tapi tolong bekerja secara profesional. Jangan pekerjaan yang belum dirapikan ditinggal begitu saja,” tegasnya.

Tim mencoba menghubungi seorang bernama Anton melalui pesan WhatsApp yang diduga sebagai orang kordinatornya terkait temuan ini.

” Tim dilapangan lagi perbaikan ngecor, itu lagi tahap perbaikan bang, bukan kami tinggal ” ujarnya

Warga juga meminta perhatian dari Pemerintah Kota Bekasi dan pihak PLN agar melakukan pengawasan serta menindak tegas vendor yang diduga lalai dalam pelaksanaan pekerjaan.

Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Wali Kota Tri Adhianto, Pemkot Bekasi sempat menghentikan sejumlah proyek galian kabel yang tidak berizin di beberapa titik Kota Bekasi. Langkah itu diambil karena proyek dinilai merusak jalan, memicu kemacetan, dan mengganggu saluran air.

Saat ini redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait guna memperoleh penjelasan dan tindak lanjut atas keluhan warga.

( Red )

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *